GP Ansor Kraksaan Gandeng Unuja Perkuat Ekosistem Digital dan Keamanan Siber NU

PROBOLINGGO, – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, menjajaki kolaborasi dengan Universitas Nurul Jadid (Unuja) Paiton untuk memperkuat ekosistem digital di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), badan otonom, dan pesantren.

Penjajakan tersebut dilakukan melalui pertemuan antara PC GP Ansor Kraksaan dan Unuja. Pembahasannya mencakup penguatan literasi digital, pengelolaan informasi, hingga keamanan siber.

Dari PC GP Ansor Kraksaan, pertemuan dihadiri Sekretaris Abdul Wahid, Wakil Ketua sekaligus Kepala Badan Siber Ansor (BSA) Kraksaan Sundari Adi Wardhana, serta Sekretaris BSA Kraksaan Zainul Hasan R.

Rombongan diterima Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI) Unuja Syaiful Huda, M.Kom. Ia mewakili Rektor Unuja Dr. K.H. Najiburrohman, M.Ag., M.Pd.

Kepala BSA Kraksaan Sundari Adi Wardhana mengatakan transformasi digital harus diiringi peningkatan kemampuan sumber daya manusia. Menurutnya, warga NU, pesantren, dan badan otonom memiliki potensi besar untuk mengambil peran dalam perkembangan ruang digital.

“Yang ingin kami bangun bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi ekosistem digital yang mampu membuat warga NU lebih cakap mengelola informasi, memahami keamanan siber, dan memanfaatkan teknologi secara produktif,” katanya.

Sundari menilai Unuja memiliki sumber daya akademik dan teknologi yang dapat dikolaborasikan dengan kebutuhan organisasi. Karena itu, penjajakan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembahasan, tetapi berkembang menjadi program yang konkret.

Salah satunya melalui penguatan literasi digital dan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan NU dan pesantren. Kemampuan mengelola teknologi dan informasi dinilai semakin penting di tengah perkembangan ruang digital.

“Ruang digital harus menjadi tempat yang sehat dan produktif. Karena itu, literasi digital, keamanan informasi, dan kemampuan mengelola teknologi menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala PDSI Unuja Syaiful Huda menyambut baik gagasan kolaborasi tersebut. Ia mengatakan perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga memiliki tanggung jawab memberikan kontribusi terhadap kebutuhan masyarakat.

“Teknologi pada akhirnya harus memberikan manfaat. Karena itu, kami melihat ada ruang yang cukup luas untuk berkolaborasi dengan GP Ansor, terutama dalam menjawab kebutuhan digitalisasi organisasi dan pesantren,” ujar Huda.

Menurut Huda, pengembangan ekosistem digital membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Perguruan tinggi dapat memberikan dukungan melalui pengetahuan, sumber daya manusia, hingga pengembangan sistem teknologi.

“Kami siap membuka ruang komunikasi lebih lanjut. Harapannya, pembahasan ini bisa berkembang menjadi kerja sama yang konkret dan memberikan manfaat bagi NU, pesantren, serta masyarakat,” katanya.

Pertemuan PC GP Ansor Kraksaan dan Unuja tersebut menjadi langkah awal untuk menjajaki kerja sama di bidang teknologi dan informasi. Penguatan literasi digital, sistem informasi, serta keamanan siber diharapkan dapat mendorong terciptanya ekosistem digital yang lebih terintegrasi di lingkungan NU, badan otonom, dan pesantren.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *