PROBOLINGGO, – Ledakan keras membangunkan Abdullah (52) dan seorang saksi yang tengah tertidur di rumahnya di Dusun Krajan, Desa Tambelang, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 02.15 WIB. Ledakan diduga berasal dari benda yang menyerupai petasan bantingan atau bondet.
Abdullah dan saksi sontak terbangun setelah mendengar suara ledakan. Asap juga terlihat memenuhi bagian dalam rumah, terutama di sekitar kamar saksi. Keduanya kemudian keluar rumah dan mendapati sejumlah warga telah berkumpul di sekitar lokasi.
Dampak ledakan cukup membuat bangunan rumah Abdullah mengalami kerusakan. Sejumlah kaca jendela bagian depan dan samping pecah, sementara plafon kamar di bagian samping serta plafon kamar lantai dua jebol.
Kerusakan juga terlihat pada bagian atap. Beberapa genting dan asbes di sisi rumah hancur, sedangkan tembok kamar bagian samping berlubang akibat tekanan ledakan.
Kapolsek Krucil IPTU Ahmad Jamil membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi menerima laporan dari perangkat desa setelah kejadian diketahui dan dilaporkan oleh korban.
Petugas piket SPKT bersama tim INAFIS Satreskrim Polres Probolinggo kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari pemeriksaan awal, benda yang meledak diduga merupakan petasan bantingan atau bondet. Namun, polisi belum memastikan jenis benda maupun penyebab ledakan karena pemeriksaan masih berlangsung.
“Benar, kami menerima laporan adanya ledakan di rumah warga Desa Tambelang. Petugas sudah mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mendalami kejadian,” kata Ahmad, Selasa (8/9/2026).
Tim INAFIS melakukan dokumentasi dan pemeriksaan terhadap kondisi rumah. Polisi juga meminta keterangan dari korban serta saksi untuk mengungkap rangkaian kejadian dan mengetahui sumber benda yang diduga memicu ledakan.
“Kami masih melakukan pendalaman berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi. Untuk memastikan penyebabnya, pemeriksaan masih berjalan,” ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, kerusakan bangunan ditaksir mencapai sekitar Rp3 juta. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa itu.
Polsek Krucil masih mendalami asal benda yang diduga menjadi sumber ledakan serta memastikan kronologi lengkap kejadian.
“Fakta yang ditemukan di lapangan masih kami kumpulkan. Setelah seluruh pemeriksaan selesai, baru dapat diketahui secara lebih jelas penyebab dan kronologi kejadian,” pungkas Ahmad.







