Pasca Sorotan Penanganan Pauzi, Gus Haris Sidak RSUD Waluyo Jati dan Minta Audit 3 Hari

PROBOLINGGO, – Sorotan terhadap penanganan almarhum Pauzi (52), warga Desa Alassumur Lor, Kecamatan Besuk, langsung direspons Bupati Probolinggo Mohammad Haris.

Senin (14/9/2026) siang, Gus Haris melakukan inspeksi mendadak ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk melihat langsung pelayanan di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Bupati terlebih dahulu mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD). Ia mengecek pelayanan pasien, kesiapan tenaga medis, hingga fasilitas yang tersedia.

Sidak tersebut dilakukan setelah muncul keluhan keluarga Pauzi terkait dugaan lambatnya penanganan medis sebelum korban akhirnya meninggal dunia.

Gus Haris kemudian meminta Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Yessy Rahmawati, melakukan audit internal secara menyeluruh.

Audit itu diminta mencocokkan kronologi yang disampaikan keluarga dengan catatan dan standar operasional prosedur (SOP) rumah sakit.

“Apapun yang viral dan dikeluhkan masyarakat harus kita kaji secara mendalam. Kita harus pastikan apakah ini murni kelemahan pelayanan, masalah personal tenaga medis, atau SOP yang tidak berjalan dengan benar,” ujar Gus Haris.

Menurutnya, evaluasi diperlukan untuk memastikan pelayanan rumah sakit daerah tetap mendapat kepercayaan masyarakat.

Ia menegaskan, keluhan warga tidak boleh berhenti sebagai persoalan administratif, tetapi harus menjadi bahan pembenahan pelayanan.

“Saya sudah telepon langsung pihak keluarga untuk mendengar kronologinya, dan hari ini kita cocokkan dengan penjelasan dari pihak RSUD,” katanya.

“Oleh sebab itu, saya minta audit total, dan hasilnya harus menjadi bahan evaluasi besar-besaran,” tegas Gus Haris.

Sementara itu, Direktur RSUD Waluyo Jati Yessy Rahmawati menyatakan pihaknya menerima masukan dari keluarga dan masyarakat.

Ia mengatakan audit internal sudah berjalan dan ditargetkan rampung dalam tiga hari ke depan.

“Kami menerima masukan tersebut dan saat ini proses audit internal tengah berjalan dengan target penyelesaian dalam tiga hari ke depan,” ungkap Yessy.

Terkait tudingan lambatnya penanganan, Yessy menyampaikan bahwa tindakan medis telah diberikan sejak Pauzi tiba di rumah sakit.

Menurut dia, pasien mendapat penanganan awal, termasuk tindakan penjahitan luka sementara dan pemasangan penyangga pada bagian tubuh yang mengalami patah tulang.

Persoalan rujukan juga menjadi bagian yang dijelaskan pihak RSUD. Yessy menyebut rumah sakit telah berupaya mencari fasilitas kesehatan yang dapat menangani trauma dada Pauzi.

Pihak RSUD, kata dia, menghubungi enam rumah sakit rujukan untuk mendapatkan dokter spesialis Bedah Thoraks Kardiovaskuler (BTKV).

Namun, seluruh rumah sakit yang dihubungi disebut sedang dalam kondisi penuh.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan keluarga,” ucap Yessy.

Sebelumnya, Pauzi dibawa ke RSUD Waluyo Jati pada Selasa (8/9/2026) malam setelah mengalami kecelakaan lalu lintas.

Di IGD, korban mendapat penanganan awal dan menjalani pemeriksaan CT scan. Hasil awal disebut menunjukkan gegar otak ringan tanpa adanya pendarahan pada otak.

Pihak keluarga kemudian mempertanyakan waktu penanganan lanjutan. Mereka menyebut Pauzi harus menunggu lebih dari 30 jam sebelum mendapat kepastian operasi yang melibatkan tiga dokter spesialis.

Operasi akhirnya dilakukan pada Kamis (10/9/2026) malam setelah korban dipindahkan ke Ruang Cempaka.

Sehari setelah operasi, Pauzi dipindahkan ke ICU. Namun kondisinya terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (12/9/2026) malam.

Kini, dugaan adanya keterlambatan penanganan tersebut tengah menjadi perhatian Pemkab Probolinggo.

Hasil audit internal RSUD Waluyo Jati dalam tiga hari ke depan diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai rangkaian penanganan Pauzi sekaligus menjadi dasar evaluasi pelayanan rumah sakit.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *