PROBOLINGGO, – Revitalisasi Jembatan Curah Bubur yang menghubungkan Kecamatan Banyuanyar dan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, akhirnya terealisasi.
Proses revitalisasi tersebut menjadi perhatian Komisi III DPRD Kabupaten Probolinggo dalam rapat dengar pendapat (RDP), Rabu (9/9/2026).
Dalam RDP tersebut, Komisi III bersama sejumlah pihak membahas pelaksanaan revitalisasi jembatan yang menjadi bagian penting dari jalur Sabuk Tengah tersebut.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Probolinggo, Moh Al-Fatih, mengatakan pihaknya telah mendorong perbaikan total Jembatan Curah Bubur sejak sekitar dua tahun lalu.
“Komisi III sejak dua tahun kemarin sudah menekankan agar ada perbaikan total terhadap jembatan tersebut. Alhamdulillah tahun ini sudah terealisasi,” kata Al-Fatih.
Menurutnya, keberadaan Jembatan Curah Bubur cukup penting karena menjadi akses penghubung masyarakat dari Banyuanyar menuju Tegalsiwalan maupun sebaliknya.
Karena itu, perbaikan jembatan dinilai bukan hanya menyangkut kondisi fisik bangunan. Revitalisasi juga berkaitan dengan kelancaran mobilitas masyarakat yang menggunakan jalur tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahyo Saputra, mengatakan perbaikan Jembatan Curah Bubur memang telah masuk dalam program pemerintah daerah.

“Memang sejak dari dulu kami memprogramkan perbaikan Jembatan Curah Bubur,” ujar Hengki.
Ia menjelaskan, salah satu pertimbangan revitalisasi adalah kondisi jembatan yang sudah sangat tua. Jembatan tersebut merupakan peninggalan masa penjajahan dan telah melewati masa pemakaian.
“Jembatan tersebut warisan dari penjajah yang sudah melewati waktu pemakaian,” katanya.
Dalam RDP, pelaksanaan pekerjaan juga mendapat sejumlah perhatian. Salah satunya berkaitan dengan dampak pembangunan terhadap masyarakat di sekitar lokasi.
Aspek keselamatan kerja turut menjadi perhatian. Pihak pelaksana diminta memastikan penerapan keselamatan selama proses revitalisasi berlangsung.
Sarana keselamatan bagi para pekerja juga menjadi bagian yang disoroti dalam pembahasan. Hal ini dinilai penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja selama proyek berjalan.
Revitalisasi Jembatan Curah Bubur diharapkan dapat memperkuat konektivitas wilayah Banyuanyar dan Tegalsiwalan.
Dengan kondisi jembatan yang diperbaiki, akses pada jalur Sabuk Tengah diharapkan semakin aman dan mampu menunjang aktivitas masyarakat serta perekonomian di kawasan tersebut.







