Sahabat Fauzan Resmi Nakhodai PMII Probolinggo, Ajak Semua Kembali Satu Keluarga

PROBOLINGGO, – Panggilan “sahabat” yang lekat dalam tradisi PMII menjadi semangat yang ditegaskan kembali oleh Moh. Andi Fauzan usai resmi terpilih sebagai Ketua Umum PC PMII Probolinggo.

Bagi Fauzan, status sebagai sahabat sesama kader harus tetap melekat, apa pun pilihan masing-masing dalam forum permusyawaratan.

“Konfercab boleh melahirkan pilihan yang berbeda, tetapi jangan sampai perbedaan pilihan membuat kita kehilangan persaudaraan dan tujuan perjuangan,” ujar Fauzan usai terpilih dalam Konfercab XX di Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo, Kamis (17/9/2026).

Fauzan terpilih setelah mengantongi 13 suara, unggul atas Ahmad Rifai yang meraih 8 suara dan Mustofa dengan 0 suara.

Meski keluar sebagai pemenang dalam pemilihan, Fauzan menolak ada sekat antara pihak yang menang dan kalah di antara sesama sahabat kader.

Ia menegaskan, hasil Konfercab semestinya dimaknai sebagai kemenangan bersama seluruh keluarga besar PMII Probolinggo, bukan kemenangan pribadi maupun kelompok tertentu.

“Saya tidak ingin setelah Konfercab ada yang merasa menang dan ada yang merasa kalah. Yang menang adalah PMII Probolinggo,” tegasnya.

Fauzan pun menyadari, kepercayaan yang diberikan para sahabat kepadanya membawa konsekuensi tanggung jawab besar.

“Terpilih sebagai Ketua Umum bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, justru ini adalah awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar,” katanya.

Fauzan berkomitmen tidak akan menjalankan roda organisasi sendirian, melainkan melibatkan seluruh sahabat kader dalam setiap langkah kepemimpinannya.

“Saya ingin kepemimpinan ini menjadi kepemimpinan kolektif, bukan kepemimpinan seorang Andi Fauzan saja,” ujarnya.

Ia berharap seluruh sahabat kader dapat bersama-sama memperkuat kaderisasi, tradisi intelektual dan literasi, pengembangan kapasitas, hingga distribusi kader ke berbagai ruang strategis.

“Kita ingin kader PMII Probolinggo tidak hanya banyak secara jumlah, tetapi kuat secara kualitas, matang secara ideologi, kritis secara intelektual, dan mampu hadir menjawab persoalan masyarakat,” jelasnya.

Tak berhenti di internal organisasi, Fauzan juga mengajak para sahabat untuk turut membaca dan merespons persoalan yang berkembang di tengah masyarakat Probolinggo.

“PMII Probolinggo harus bergerak bersama dan keberadaannya harus memberikan dampak nyata,” katanya.

Di akhir pernyataannya, ia kembali menyerukan kebersamaan seluruh sahabat kader untuk membangun organisasi ke depan.

“Mari kita bangun PMII Probolinggo dengan kerja, gagasan, keberanian, dan kebersamaan,” pungkasnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *